Sidnannabiy

Sidnannabiy

Shollu ‘Alannabiy…

Iklan

Alfasholallah

Alfasholawat

Shollu ‘Alannabiy…

Da’uni (Tinggalkan Daku Sendiri)

buat antum yang suka sholawat atau qosdah, apalagi yang penggemarnya habib syech Abdul Qodir Assegaf..

nah, ini dia lirik sekaligus arti qosidah  Da’uni,

Gambar

دَ عُوْ نِي دَ عُـوْ نِي أُنَاجِي حَبِيْبِي * وَلاَ تَعْذُ لُوْنِي فَعَذْ لِي حَرَامْ
Tinggalkan daku sendiri, Tinggalkan daku sendiri tuk memanggil kekasihku

Jangan kau halangi aku, Jangan kau halangi aku dari sesuatu yang utama ini

 

تَعَلَّمْ بُكَا يَ وَ نُحْ يَا حَمَامْ * وَخُذْ عَنْ شُجُوْ نِي دُرُوْ سَ الْغَرَامْ
Kabarkan akan tangis dan ratapanku wahai kematian, matikan kesedihanku.. sirnalah kerinduanku
 
تَعَلَّمْ بُكَا يَ وَ نُحْ يا حَمَامْ * سَكَرْتُ بِخَمْرِ الْهَوَى وَ الْغَرَامْ
Kabarkan akan tangis dan ratapanku wahai kematian, aku telah terbuai oleh cinta dan kerinduan
وَ مَنْ كَانَ مِثْلِي مُعَنّى مُضَنّى * بِحُبِّ النَّبِيِّ لمَا ذَا يُلا َمْ
 Sesiapa sepertiku kan jadi tempat celaan, mencintai nabi kenapa tercela ?
لاَ مُوْ نِي لاَ مُوْ نِي بِحُبِّكْ رَ مُوْ نِي * يَاقُـرَّةْ عُيُوْنِي عَلَيْكَ السَّلا َمْ
Mengapa mereka mencelaku, mereka mencelaku karena aku mencintaimu
Wahai penyejuk mataku bagimu segala keselamatan.
فُؤَ ادِ ي لِنَحْوِ الْمَدِ يْنَةِ هَامْ * وَ قَلْبِي تَوَلَّعْ بِخَيْرِا ْلأَ نَا مْ

Hatiku tertuju pada Kota Madinah,
Hatiku berisi kecintaan pada lebih utamanya makhluk (Rasuulullah)
أَنَا يَا ابْنَ رَامَةْ حُرِ مْتُ الْمَنَامْ * وَ زَادَنِي سِقَامًا غَرَامُكْ تُسَامْ
Aku adalah pemilik keinginan tiada dapat terlelap,
kerinduanku padamu menambah lara tiada tertawarkan.
Ref. Gema Sholawat

Ya hanana/ Dhoharoddin

berikutnya lirik dari Ya hanana / Dhoharoddin, yang biasa dilagukan Habib Syech Abdul Qodir Assegaf juga…

dhoharoddin

ظَهَرَ الدِّينُ المُؤَيَّد بِظُهُورِالنَّبِى اَحمَد
Telah Hadir agama petunjuk yg kokoh bersama lahirnya Nabi terpuji (Muhammad)
يَا هَنَانَــــــــا بِمُحَمَّد ذَلِكَ الفَضلُ مِنَ الله
Betapa beruntungnya kami. Dengan adanya nabi muhammad saw. itulah anugrah termulia dari Allah SWT.
يَا هَنَانَا
Betapa beruntungnya kami

PENJELASAN : Semakin jelas kejayaan agama yang kokoh ini (agama islam) dengan kelahiran nabi Muhammad. Sungguh enaknya jadi ummat nabi Muhammad karena umurnya paling pendek tapi pahalanya paling banyak. karena masuk surga duluan sebelum ummat2 nabi yang lain dan keunggulan2 lain dibanding ummat yang lain. Dalam alquran Allah berfirman قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا “katakan wahai Muhammad. dengan anugrah Allah dan dengan Rahmat Allah (Nabi Muhammad. ) maka bergembiralah karena kalian mendapat itu semua”

خُصَّ بِالسَّبعِ المَثَانِى وَحَوى لُطفَ المَعَأنِى
Diistimewakan dengan as sab’ul Matsani (surat alfatihah). Dan penghimpun setiap rahasia dalam setiap makna
ما له مَفِى الخَلقِ ثَانِى وَعَلَيهِ اَنزَلَ الله
Tiada ternilai kemuliaannya dan Allah mewahyukannya atas Nabi Muhammad SAW
يَا هَنَانَا
Betapa beruntungnya kami
PENJELASAN :
خص با لسبع المثاني Rasulullah di khususkan (diberikan) assab’ul matsani,yaitu 7 ayat yang diulang2 bacaannya. yaitu surat al fatihah yang mana alfatahihah ini. وحوى لطف المعانى
mencakup ma’na2 yang dalam, yang halus, yang hanya bisa di rasakan oleh orang2 yang beriman secara hakiki. ما له فى الخلق ثاني tiada urutan kedua setelah Rasulullah SAW diantara semua makhluq artinya semua makhluq bahkan para nabi dan malaikat tidak dapat mendekati Derajat / maqam Rasulullah SAW karena derajat rasulullah adalah pada derajat yang tertinggi. namun tetap sebagai Makhluq dan Hamba Allah. وعليه انزل الله dan alfatihah yang memiliki ma’na latif ini diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW, Beliau nabi kecintaan kita.
مِن مَكَّةٍ لَمَّا ظَهَر لِاَجلِهِ انشَقَ القَمَر
Dari kota Makkah Nabi dilahirkan, Bulanpun dibelahkan atas permintaan Nabi Muhammad SAW
وَافتخَرَت الُ مُضَر بِهِ عَلى كُلِّ الاَنَام
Dan Keturunan kabilah Mudhor (kabilah Nabi Muhammad SAW) dibanggakan seluruh manusia
يَاهَانَانَأ
Betapa beruntungnya kami

PENJELASAN : من مكة لما ظهر
Rasulullah Muhammad SAW lahir di kota makkah, لاجله انشق القمر

rembulanpun dibelah atas permintaan rasulullah. untuk membuktikan kepada orang kafir yang meminta rasulullah membelah rembulan ini sesuai dengan firman Allah. di dalam quran اقتربت الساعة و انشق القمر telah dekat hari kiamat dan rembulan terbelah. namun walaupun bulan telah dibelah orang2 kafir masih saja tidak percaya dan mengatakan: ”hebat benar sihirmu muhammad” ini menunjukkan bahwa Rasulullah hanya Penyampai agama dan yang memberi hidayah hanyalah Allah. وافتخرت ال مضر * به على كل الانام merupakan kebanggaan bagi keturunan mudhor. unggul atas semua manusia dalam segi nasab. nasab Rasulullah ke atas merupakan nasab yang terbaik. nasab ini dijaga oleh Allah dari zina. jadi nenek moyang Rasulullah SAW tidak ada yang berbuat zina.. dengan tujuan menjaga kesucian Rasulullah. ini senada dengan apa yang termaktub dalam maulid addiba’i. وهما لم يلتقيا على سفاح قط artinya: kedua orang tua rasulullah nenek moyang nya tidak tersentuh oleh zina sedikitpun begitu juga dengan nasab Rasulullah ke bawah. yaitu ahlul bait. keturunan rasulullah hingga saat ini. mereka memiliki kebanggan menjadi keturunan rasulullah. namun kebanggan ini bukan untuk kesombongan melainkan untuk dijaga. jangan sampai sebagai keturunan Rasulullah mencoreng nama Rasulullah.


اَطيَبُ النَّاسِ خَلقًا وَاَجَلُّ النَّاسِ خُلُقُا
Baginda adalah Manusia terbaik CiptaanNYA dan teragung akhlaknya
ذِكرُهُ غَربًا وَشَرقًا سَائِرٌ وَالحَمدُ لِله
Semua Berdzikir atasnya dari barat dan timur. Segala Pujian bagi Allah
يَاهَنَانَا
Betapa beruntungnya kami

PENJELASAN : اطيب الناس خلقا manusia yang paling elok rupanya. paling tampan. sehingga sahabat Hasan bin tsabit mengungkapkan dalam syairnya:

وأحسن منك لم تر قط عيني
وأجمل منك لم تلد النساء
خلقت مبرا من كل عيب
كأنك قد خلقت كما تشاء
Wa ahsanu minka lam taraqatu ‘ayni
Wa ajmalu minka lam talidin nisau
Khuliqta mubarr’am min kulli aybin
Ka’annaka qad khuliqta kamaa tasyau
My eyes have not seen more beautiful person than you
No women has given birth to a more handsome person than you
You have been created without any weakness and blemish
As if you have been created as you wished to be created

حسان بن ثابت واجل الناس خلقا    manusia yang paling agung akhlaq budi pekertinya sehingga Allah SWT menyatakan dalam alquran

وانك لعلى خلق عظيم    sungguh engkau Muhammad benar2 memiliki budi pekerti yang agung.
tidaklah satupun dari akhlaq baik di muka bumi ini melainkan bersumber dari baginda Rasulullah Muhammad SAW.

ذكره غربا وشرقا * سائر والحمد لله    namanya disebut2 ditimur dan dibarat. segala puji bagi Allah

صَلُّوا عَلى خَيرِ الاَنَام المُصطَفَى بَدرِالتَّمَام

bersholawatlah kalian atas sebaik baik manusia yang terpilih bagai bulan purnama

صَلُّوا عَلَيهِ وَسَلِّمُوا يَشفَع لَنَأ يَومَ الزِّحَام
bersholawatlah dan sampaikan salam kalian kepadanya SAW. Semoga kita mendapat syafaatnya dihari kebangkitan
يَا هَنَانَا
Betapa beruntungnya kami

PENJELASAN

صلوا على خير الانام * المصطفى بدر التمام bersholawatlah kalian pada manusia terbaik.* yang dipilih oleh Allah yang wajahnya elok bagaikan bulan purnama yang sempurna
صلوا عليه وسلموا * يشفع لنا يوم الرحام bersholawat dan haturkan salam lah kalian pada Beliau SAW. agar kita semua mendapat syafaat dihari kiamat yaitu di hari semua manusia berhimpit2an bersesak2an tiada pertolongan dan naungan kecuali pertolongan Allah dan naungan Allah.

ref. Gema Sholawat

Annabiy Shollu ‘Alaih

ini dia teks Sholawat Annabiy Shollu ‘Alaih…

النَّبِى صَلُّوا عَلَيه         صَلَوَاتُ الله عَلَيه

وَيَنَالُ البَرَكَات            كُلُّ مَن صَلَّى عَلَيه

النَّبِى ياحَاضِرِين         اِعلَمُواعِلمَ اليَفِين

اِنَّ رَبَّ العَالَمِين          فَرَضَ الصَّلَوَاتِ عَلَيه

النَّبِى يَامَن حَضَر        النَّبِى خَيرُ البَشَر

وَدَنَا لَهُ القَمَر             وَالغَزَل سَلَّم عَلَيه

النَّبِى ذَاكَ العَرُوس       ذِكرُهُ يُحيِ النُّفُوس

النَّصَارى وَالمَجُوس      اَسلَمُوا بَينَ يَدَيه

الحَسَن ثُمَّ الحُسَين         لِلنَّبِى قُرَّةُ العَين

نُورُهُم كَالكَو كَبَين       جَدُّهُم صَلُّوا عَلَيه

Shollu ‘Alannabiy..

Ref. Gema Sholawat

KESEMPURNAAN AL-QURAN (Bukti Al Qur’an Bukan Buatan Manusia)

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan sebuah Mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi akhir jaman Muhammad. Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al qur’an dan keindahan ketika kita melantunkan Al qur’an. Banyak orang yang hatinya tergetar jika di bacakan ayat-ayat Al qur’an, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al qur’an adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yang lalu akan tetapi tetap terjaga dalam satu Bahasa dan satu huruf yang terangkai didalamnya.
Banyak usaha-usaha yang di lakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan Al qur’an, namun usaha itu selalu kandas dan sia-sia. Alqur’an yang berjumlah 30 juz, 114 surat, 6666 ayat dan 51.900 kata itu dengan mudah di hafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang bersih.
Al Qur’an adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan tekhnologi mulai dari ilmu matetamtika, Biologi, kedokteran, fisika, kimia, bahasa, sejarah dll, segala ilmu telah terbukti sebelum ditemukan al qur’an telah menafsirkan dan menuliskannya. Keajaiban lain dari Al qur’an yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa Al qur’an ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas !!
  KESEMPURNAAN AL-QURAN  (Bukti Al Qur’an Bukan Buatan Manusia)
Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat:
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan.
Kata “Syahr” (Bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
Kata “Sab’u (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu
Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam sholat 5 waktu.
Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumah sholat wajib sehari semalam.
Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” Sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat fardhu.
Kata “al-Dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-Akhirah” sebanyak 115 kali.
Kata “ al-Israf” disebutkan 23 kali, begitu juga kata kebalikannya “al-Sur’ah”.
Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya “al-Syayathin” juga 88 kali.
Kata “al-Sulthan” disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “al-Nifaq” juga 37 kali.
Kata “Harb” (panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “al-Bard” (dingin) juga 4 kali.
Kata “al-Harb” (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “al-Husra” (tawanan) 6 kali.
Kata “al-Hayat” (Hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “al-Maut” (mati) 145 kali.
Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) juga sebanyak 332 kali.
Kata “al-Sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikannya kata “al-Shahihat” (Kebajikan) masing-masing 180 kali.
Kata “al-Rahbah” (cemas/takut) yang menjadi kebalikan kata “al-Ragbah” (harap/ingin) masing-masing 8 kali.
Kata “al-Naf’u” yang menjadi kebalikan kata “al-Fasad” masing-masing 50 kali.
Kata “al-Nas” yang menjadi kebalikan kata “al-Rusul” masing-masing 368 kali.
Kata “al-Asbath” yang menjadi kebalikan kata “al-Awariyun” masing-masing 5 kali.
Kata “al-Jahr” yang menjadi kebalikan kata “al-Alaniyah” masing-masing 16 kali.
Masih banyak lagi, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.
kesempurnaan Al-Qur'an
Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut :
Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr ) kita dapatkan : (32/45) x 100 % = 71.1111111%
Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan : (13/45) x 100 % = 28.888888889 %
Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT. Dalam Al qur’an pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111 %, dan persentase daratan adalah 28.8888888889, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan.
Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al qur’an. Keajaiban yang lain merupakan misteri yang akan insyaAllah akan dipecahkan oleh orang-orang yang berilmu.
Seorang ahli biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuwan Muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang yang pertama yang menemukan sistem matematika pada desain Al qur’an.
Dia memulai meneliti komposisi Matematik dari Al qur’an pada tahun 1968, dan memasukkan Al qur’an ke dalam sistem computer pada tahun 1969 dan 1970, yang diteruskan dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris pada awal 70-an. Dia tertantang untuk memperoleh jawaban dalam menjelaskan inisial pada beberapa surah dalam Al qur’an (seperti Alif Lam Mim) yang sering diberi penjelasan “hanya Allah yang mengetahui maknanya”. Dengan tantangan ini, dia memulai riset secara mendalam pada inisial-inisial tersebut setelah memasukkan teks Al qur’an ke dalam sistem computer, dengan tujuan utama mencari pola matematis yang mungkin akan menjelaskan pentingnya inisial-inisial tersebut.
Setelah beberapa tahun melakukan riset, Dr. Khalifa mempublikasikan temuan-temuan pertamanya dalam sebuah buku berjudul “MIRACLE OF THE QURAN : Significance of the Mysterious Alphabet” pada Oktober 1973., bertepatan dengan Ramadhan 1393.
Sementara itu Angka yang sering keluar daalam alquran adalah angka 19.
Dalam Al Qur’an, Keistimewaan angka 19 di dalam Al Qur’an ini, di antaranya:
1. Kata bismillahirrahmanirrahim, yang merupakan kata pembuka dari surah Al Qur’an terdiri dari 19 huruf.
2. Paket wahyu pertama (QS. Al Alaq (96) ayat 1—5), diturunkan sebanyak 76 huruf atau 19×4.
3. Ayat pertama kali turun, (QS. Al Alaq ayat 1), terdiri dari 19 huruf.
4. Jumlah surah Al Qur’an ada 114 atau 19 x 6.
Angka 19 inilah yang menjadi alat kontrol huruf di dalam Al Qur’an, sehingga Al Qur’an terpelihara dari perubahan yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Tidak akan pernah sedikitpun meleset dari hitung-hitungan, anda bisa bandingkan dengan kitab suci lain. perhatikan bagaimana Angka 19 dalam mengontrol Al Qur’an:
Surah ke-68, yang diawali huruf nun. Jumlah nun dalam surah tersebut 133 atau 19 x 7.
Surah ke-36, yang diawali huruf ya sin, memiliki huruf ya sebanyak 237 dan huruf sin 48.
Bila dijumlahkan mejadi 285 atau 19 x 15.
Surat ke-13, yang diawali huruf alif lam mim ra’, di mana jumlah alif = 605, lam = 480, mim = 260 dan ra’ = 137, total keempat huruf tersebut 1482 atau 19 x 78.
Sebagian besar ahli tafsir menafsirkan 19 sebagai jumlah malaikat. Menurut Dr. Rashad Khalifa, menafsirkan bilangan 19 sebagai jumlah malaikat adalah tidak tepat. Bagaimana mungkin jumlah malaikat dapat dijadikan untuk cobaan bagi orang-orang kafir (QS. Al Muddassir ayat 30—31).
“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat, dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?’ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan kepada manusia.”
Selain penjelasan di atas, dalam beberapa kejadian di alam ini dan juga dalam kehidupan kita sehari-hari, ada yang mengacu kepada bilangan 19, di antaranya sebagai berikut:
Bumi, matahari dan bulan berada pada posisi yang relatif sama setiap 19 tahun.
Komet Halley mengunjungi sistem tata surya kita pada setiap 76 tahun (19 x 4).
Tubuh manusia memiliki 209 tulang atau 19 x 11.Selain berhubungan dengan kejadian di alam, bilangan 19 juga berkaitan dengan ibadah umat Islam, seperti:
Sholat, jumlah rakaat pada shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ masing-masing adalah 2, 4, 4, 3, dan 4 rakaat. Jika jumlah rakaat tersebut disusun menjadi sebuah angka 24434 merupakan bilangan kelipatan 19 atau 19 x 1286.
Di abad modern pun banyak orang-orang yang memang ingin mengubah isi alqur’an akan tetapi sampai detik ini alquran masih asli dari pertama diturunkan karena alquran adalah tuntunan dan mukjizat terbesar yang di ciptakan Allah kepada Umat Muhammad Umat akhir jaman!
Allahu Akbar.sumber : http://pusatwawasan.blogspot.com/

Hafal Al-Qur’an? Siapa saja bisa…

 Ini adalah Kitabullah, petunjuk paling utama
Pada semua rumah terbaik dalam pikiran
Apapun yang aku katakan, tidak sebutirpun aku menghitungnya
Karena kedalaman dan kejelasan yang dikandungnya
Dekatlah dan jangan berpaling darinya
Tidak, ia tidaklah sama dengan kitab lainnya
Maka, hafallah Al-Qur’an karena kerinduan padanya
Karena dengannya, keselamatan dari api neraka
Sesungguhnya berpegang pada Al-Qur’an adalah kewajiban
Dalam mutiaranya yang terpendam terdapat banyak makna.
-Ahmad Salim Badwilan-
Menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah mimpi dan keinginan bagi sebagian besar kaum muslimin. Sebagian diantara mereka dengan “keren” berjuang mewujudkan mimpi itu, tetapi sebagian yang lain hanya tertegun menatap Al-Qur’an. Entah karena merasa tak mampu menghafalnya, atau hanya perasaan malas. Wallahua’lam.
Sebagian orang menilai bahwa ketidakmampuan seseorang dalam menghafal Al-Qur’an disebabkan karena manusia cenderung lebih mementingkan masalah duniawi. Sekolah, kuliah, dan bekerja, membuat kita benar-benar sibuk dengan dunia kita. Sehingga seakan-akan kita tak memiliki cukup waktu untuk mulai menghafal Al-Qur’an dengan ratusan ribu ayat yang terkandung di dalamnya. Ini adalah masalah klise yang dialami oleh banyak orang, termasuk saya pribadi.
Di dalam surat Al-Qamar ayat 17, Allah SWT berfirman:
Dan sesungguhnya Kami telah memudahkan Al-Qur’an untuk diambil pelajaran, maka apakah ada orang yang mau mengambil pelajaran?”
Allah telah memberikan kemudahan kepada hamba-hambanya yang ingin menghafal Al-Qur’an. Lalu mengapa kita masih saja tak mau berusaha untuk mempelajari lebih dalam, dan menghafal Kitabullah? Jika kita tak mampu meluangkan banyak waktu untuk menghafalnya, maka cukup kita luangkan sedikit waktu setiap harinya secara rutin. Jika kita tak mampu menghafal satu surat dalam satu hari, maka cukup kita menghafalnya satu ayat setiap hari secara rutin.
Berikut ini adalah perkiraan rentang waktu menghafal AL-Qur’an yang saya kutip dari buku Panduan Cepat Menghafal Al-Qur’an karya Ahmad Salim Badwilan (2009):
Apabila Anda menghafal Al-Quran sehari satu ayat saja, berarti Anda menghafal seluruhnya dalam rentang waktu 17 tahun, 7 bulan, 9 hari.
Apabila Anda menghafal Al-Quran sehari lima ayat, berarti Anda menghafal seluruhnya dalam rentang waktu 3 tahun, 6 bulan, 7 hari.
Apabila Anda menghafal Al-Quran sehari sepuluh ayat, berarti Anda menghafal seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 9 bulan, 3 hari.
Apabila Anda menghafal Al-Quran sehari lima belas ayat, berarti Anda menghafal seluruhnya dalam rentang waktu 1 tahun, 2 bulan, 1 hari.
Apabila Anda menghafal Al-Quran sehari dua puluh ayat, berarti Anda menghafal seluruhnya dalam rentang waktu 10 bulan, 16 hari.
Coba kita bayangkan, hanya dengan merelakan sedikit waktu kita setiap harinya, kita InsyaAllah akan mampu mewujudkan mimpi kita, menjadi seorang hafidz dan hafidzah. Untuk benar-benarmewujudkannya, kita membutuhkan ketekuan dan komitmen yang kuat dari diri kita sendiri. Tak dapat dipungkiri, menjaga komitmen dan semangat kita selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk terus menghafal bukanlah hal yang mudah. Sering kali kita mengalami fluktuasi. Oleh karenyanya, perbanyaklah berdo’a kepada Allah SWT. Semoga Allah menguatkan hati kita, semangat dan komitmen kita dalam mempelajari dan menghafal Kitab-Nya, serta semoga Allah menguatkan hafalan kita dan menghindarkan kita dari sifat lupa. Amiin Allahumma Amiin.
Do’a tak akan cukup tanpa usaha. Kita juga harus sering-sering ber-murajaah, yaitu mengingat kembahi hafalan-hafalan kita. Rasulullah SAW bersabda:
“Perumpamaan seorang yang menghafal Al-Qur’an seperti pemilik unta yang diikat. Jika ia menjaganya, berarti iya menahannya, dan jika ia melepaskannya, maka unta itu akan pergi.” (HR. Bukhari)
Dan yang paling penting dalam menghafal Al-Qur’an adalah niat ikhlas. Kita harus bahkan wajib mengikhlaskan niat kita, memperbaiki tujuan kita, dan menjadikan hafalan Al-Qur’an hanya untuk Allah SWT.
Jadi, untuk menghafal Al-Qur’an kita harus memiliki niat ikhlas, menghafal secara rutin, ber-murajaah, dan berdo’a kepada Allah SWT.
Semoga Allah memberikan kemudahan dan barokahnya kepada kita semua. Amiin 

Allahumma Amiin.